Perdita Denti | C-Tech Implant | Implantologia dentale
Estetika wajah progresif Dampak dari keroposnya gigi dan tulang.

Gigi ompong adalah masalah yang sangat umum bagi orang dewasa dalam masyarakat kita. Rata-rata mulut orang di atas usia 40 tahun kehilangan minimal 3 gigi. Rata-rata ini tentu saja meningkat dengan bertambahnya usia. Ada banyak alasan untuk gigi keropos, di antara alasan tersebut adalah pola makan, penyakit parodontal, efek kehamilan serta penggunaan tembakau.

GIGI OMPONG

Gigi ompong dapat menyebabkan masalah berikut dalam hidup kita :
1) Pergerakan gigi ke dalam celah di mana keropos terjadi
2) Perubahan pola makan : tergantung pada tingkat keroposnya gigi kita cenderung untuk menghindari makanan tertentu yang telah menjadi sulit atau bahkan memalukan untuk kita makan. Perubahan pola makan dapat berarti hilangnya makanan yang kita nikmati atau yang penting untuk keseimbangan sistem pencernaan kita.
3) Keraguan untuk tersenyum atau tertawa dalam situasi sosial
4) Keroposnya tulang di rahang : kehadiran gigi alami dan penggunaannya dalam pengunyahan menstimulasi tulang di sekitar akar gigi dan stimulasi ini membantu menjaga tulang. Hampir segera setelah gigi keropos maka akan terjadi keroposnya tulang. Memang, dalam banyak kasus sampai dengan 25 % dari tulang di sekitarnya dapat menjadi keropos dalam 5 bulan pertama gigi keropos. Keropos tulang ini dapat memiliki pengaruh yang besar pada penampilan luar kita karena itu tulang dan gigi yang ada di bawahnyalah yang membantu mendukung kulit di sekitar mulut kita.

Terapi implan gigi modern mampu menangani hampir semua masalah yang disebabkan oleh gigi keropos

Setelah implan dipasang dan mendukung pengunyahan normal, akan ada lagi rangsangan dari tulang di sekitar implan, stimulasi ini akan memperlambat atau menghentikan proses pengeroposan tulang.
Setelah implan dan prostesis dipasang maka implant dan prostesis menghalangi pergerakan gigi yang berdekatan ke dalam celah.
Orang bisa makan dengan cara yang sama seperti yang dilakukan dengan gigi yang sehat dan alami. Gigi merasakan dan berfungsi dalam cara yang sama seperti gigi alami.
Penampilan luar akan sama seperti orang dengan gigi yang sehat dan alami.
Evaluasi yang tepat dari keberhasilan terapi implan harus dilakukan oleh dokter gigi.

Prefooter InD